Momose mengusap lembut puncak kepala Sakura yang sedang menempel di dadanya, tadi dia mendadak malu setelah membaca sebuah pesan dari Umemiya, lalu bersembunyi seperti ini. Sejak awal hingga saat ini, tingkah Sakura tidak pernah berubah.
"Kalau gini tuh jadi keinget Kaji dulu," gumam Momose.
"Hm? Kak kaji?" Sakura mengangkat kepalanya dengan raut wajah penasaran, pipinya masih bersemu merah, lucu sekali rasanya apalagi ketika Momose meremas sebelah pipinya.
Sakura tidak protes, hanya mengerang kecil dan tetap bersandar padanya seperti anak kucing. Momose melanjutkan sembari merapihkan rambut hitam putih Sakura, "iya, Kaji dulu sebelum *imprint* sama Hiiragi kalau *pre-heat* suka *dusel* ke gue begini, haha."
"Masa kak Kaji begitu?" tanya Sakura tidak percaya, tapi dia sangat tertarik mendengarnya dan mengatur posisi untuk mendengarkan seluruh cerita sambil memeluk sapi di dadanya.
"Mhm, Kaji kalau hari-hari biasa galak banget, pas *pre-heat* malah super manja dan suka nyariin Hiiragi, padahal waktu itu jadian aja belum."
Sakura terkikik, dan Momose menyadari jika Sakura sedikit menahan tawanya. Mungkin karena takut napasnya menjadi sesak lagi. Momose segera mengusap punggung Sakura dengan sayang. "Mau lanjut dengerin atau istirahat aja?"
"Lanjut!" Sakura terlanjur bersemangat.
"Lagi cerita apa?" Mizuki datang dengan sebuah tas besar.
"Cerita tentang kak Kaji dulu. Itu perlengkapan *nesting* gue kak? Terus kak Ume nya mana?" tanya Sakura sambil bangun.
Mizuki tertawa, dia bawa semua itu ke atas ranjang dan membiarkan Sakura membongkarnya sendiri. "Loh iya, Ume termasuk perlengkapan *nesting* lo, ya?"
"Ish!" Sakura merengut dengan godaan itu, dia mulai mengeluarkan selimut dan Momose membantunya menyusun semua selimut dan bantal menjadi *nest* kecil yang nyaman.
Mizuki memilih membongkar tas satunya yang berisi cemilan sore untuk mereka. "Ume gak sempet ke sini dulu, barusan langsung pergi kayaknya buru-buru. Gue yakin gak akan lama, meng."
"Oooh!" Sakura tidak keberatan, lagipula dia melihat ada jaket Umemiya di antara selimutnya yang penuh dengan *feromon*.
"Gak apa-apa, kan ada kak Mose."
"Dan gue!" Mizuki mendengus, setelah itu tersenyum melihat Sakura terkekeh kecil bersama Momose.
Dia bersyukur melihat keadaan Sakura tampak baik-baik saja, monitor jantungnya juga berdetak dengan ritme yang normal, tidak ada yang salah sama sekali selain Sakura yang berhati-hati dalam bernapas dan tertawa. "Abis ini gue foto terus pamerin di grup chat 4 raja ya, meng. Tsubaki sama Hiiragi pasti iri banget."
"Hehe, boleh. Itu apa di tas kak? Buah apa?"
"Melon, biar gue belah dulu buat kalian cemil ya."
"Oke!"