"Oh! Oh! Nirei!" Sakura bersemangat, pipinya bersemu merah, suaranya ceria, apalagi senyumnya yang merekah manis. Feromonnya juga tercium lembut sekali, masih hangat karena Umemiya baru saja selesai scenting.
Umemiya mendorong kursi roda ke arah pintu agar Sakura bisa menyambut Nirei yang datang. Meski wajah Umemiya cemas ketika melihat Sakura bangun dan berdiri dari kursi rodanya. "Hati-hati, sayang ….”
Pintu dibuka lebar, dan tamu pertamanya dalam pesta para *omega* telah tiba. Nirei datang dengan sekantong besar cemilan, Suo di belakangnya mengantar. "HAI, RA!"
Nirei memeluk Sakura sebentar, lalu membiarkannya duduk lagi di kursi roda. "Heheh, kita bakal seneng-seneng hari ini!”
Kepala Sakura mengangguk kencang. "Iya! Ayo masuk! Suo byebye!”
Berbeda dengan Nirei yang dia persilahkan masuk, Suo malah menerima lambaian tangan. Suo cuma tersenyum pasrah. "*Have fun* ya kalian, *byebye*."
Sakura cekikikan, lalu mendongak ke arah Umemiya. "Udah gih, sekarang kan Nirei udah di sini. Kak Kaji sama yang lain pasti di jalan kok."
Meski tidak rela meninggalkannya, Umemiya akhirnya mengangguk pasrah. Dia membungkuk agar bisa menjangkau wajah Sakura, mencium pipinya kiri dan kanan, lalu bibirnya sebentar. "Okay, aku pergi dulu kalau gitu, ya? Kalau ada apa-apa hubungi aku secepatnya."
"Siap."
Umemiya berdiri tegak, menoleh ke arah Nirei. "Pergi dulu ya, titip Sakura!"
"Aman kak!" Nirei mengambil alih kursi roda Sakura, lalu mereka membiarkan Umemiya pergi bersama Suo, baru setelah itu Nirei menutup pintu.
"Kita bebas dari *alpha* dan *Enigma* sekarang," ujar Nirei sambil terkekeh ringan. Kursi roda Sakura dia dorong perlahan ke arah ruang tengah yang luas.
"Di sini aja, Nirei. Kita kumpul di sini."
"Okedeh. Sini, lo bangunnya pegangan sama gue." Nirei memegang tangan Sakura, membantunya bangun dan mereka terus berpegangan sampai duduk di tengah karpet lembut yang sudah disusun oleh Umemiya.
"Mau buat *nest*?" tanya Nirei dengan senyuman cerah. "Biar gue yang ambil semua keperluan lo ke sini, lo duduk dan suruh-suruh aja gue!"
"Haha, oke. Terserah lo deh. Semua keperluan *nesting* gue udah ada di lemari terpisah. Lo bisa ambil, Rei," jawab Sakura.
Selagi Nirei pergi mengambil beberapa selimut di dalam lemari, Sakura bermain ponsel dan memeriksa pesan dari teman-teman omeganya. Chika bahkan sudah hampir sampai diantar oleh Endo, Choji juga sebentar lagi sampai dan kebetulan bertemu Kaji di perjalanan yang sedang diantar Hiiragi.
Sakura sangat merindukan jalan-jalan di luar rumah seperti itu, tapi untuk saat ini dia hanya perlu bersabar. Kecemasan Umemiya-- dan trauma yang secara tidak langsung disebabkan olehnya-- terlalu nyata untuk diabaikan. Sakura tidak ingin menambah luka baru pada Umemiya lebih dari ini.
Satu persatu para *omega* telah datang, mereka bekerja sama membangun *nest* besar di ruang tengah, sementara Sakura hanya duduk di tengah-tengahnya seperti seorang pangeran, hanya perlu mengatakan di mana semua bonekanya berada agar segera dibawakan dan disusun di sekelilingnya.