Melihat Umemiya tidak membalas apapun lagi di grup chat Hiiragi menyimpan ponselnya dan menoleh ke arah Sakura yang sedang duduk di sofa, pandangannya kosong ke arah jendela yang terbuka, sementara Kaji duduk bersamanya dan hanya mengusap punggung tangan Sakura.

  Meski tidak merasakan apa yang Umemiya alami, bukan berarti Hiiragi sama sekali tidak mengerti. Selama ini Sakura sudah menjadi pusat dunia Umemiya, seluruh perhatian dan cinta tercurah sepenuhnya pada satu-satunya sosok *omega* yang telah menjadi pasangan Umemiya, jadi begitu melihat Sakura terluka, dia bisa menjadi sangat tidak terkendali dan khawatir. Itu wajar. Tapi, jika dibiarkan seperti ini mungkin tidak akan bagus untuk kedepannya.

 Hiiragi tidak memiliki kewajiban untuk ikut campur dalam hubungan mereka, tapi melihat Sakura yang murung dan Umemiya yang bisa mengacau kapan saja membuatnya tidak bisa abai.

 "Sakura, jangan sedih. Nanti biar gue yang coba ngomong sama Ume kalau lo bisa jalan-jalan sendiri di sekitar rumah, ya," ujar Hiiragi tenang, senyumnya terukir tipis.

  Sakura segera menoleh, matanya yang redup sekarang berbinar cerah. "Beneran kak?"

  Kaji di sisinya ikut tersenyum, tidak bisa menahan tangannya sendiri untuk mengusap puncak kepala Sakura terutama dua antena hitam putih di atas poninya. "Udah serahin aja sama kak Hiiragi."

 Baru setelah itu Sakura tersenyum lagi, dia lumayan tenang mengetahui jika ada yang memihaknya dalam hal kecil seperti ini. Sakura sekarang menatap Kaji dan tertawa kecil. "Kay! Nanti kita jalan-jalan di luar ya kak Kaji! Mungkin bisa jalan lebih jauh juga, gue pasti kuat sampe ke minimarket depan."

 "Mhm, nanti ya. Gue emang setuju biar lo gak gabut dan sekalian olahraga ringan, tapi bukan berarti gue pengen lo maksain diri," tegur Kaji serius, telunjuknya menyentil ujung hidung Sakura yang segera mengerut.

 “Iya iya." Sakura mendengus, tapi binar matanya masih cerah.

 Setelah *mood* Sakura kembali bagus Kaji mengajaknya untuk menonton film di kamar saja agar Sakura bisa bersandar dengan nyaman, Sakura setuju karena dia memang cukup lelah setelah sesi terapi pagi ini.