Sebut saja lima orang alpha ini adalah tikus 1, tikus 2, tikus 3, tikus 4, dan tikus 5. Mereka duduk berderet, tangan terikat, wajah babak belur dengan kepala menunduk, dan basah kuyup.

  Tikus 1 sudah menggigil dan pucat pasi, hampir pingsan karena tubuhnya yang remuk diguyur hujan tanpa henti, namun bergerak saja tidak bisa, hanya bisa duduk pasrah dibawah hujan karena dia dan empat orang idiot di sampingnya ini sengaja di tempatkan di rooftop.

  Sedangkan orang-orang Furin-- dan entah bagaimana ada Enigma Shisitoren dan juga legenda Noroshi juga di sini berdiri di tempat yang teduh.

  Bagaimana mungkin pemimpin dari dua kawanan besar lain bisa ada di sini juga?! Untuk apa?!

  '*Sialan, sejak kapan Furin punya hubungan bagus sama Shisitoren apalagi Noroshi?!'*

  Ini adalah kejutan tidak terduga, rasanya pantas saja mereka berhasil menangkapnya dan para idiot ini dalam waktu seminggu dengan bukti yang sangat sedikit! Ternyata bala bantuannya tidak kira-kira.

  Tikus 2 di sisinya tidak terlalu babak belur, dia masih bisa mengangkat kepalanya dan bertemu pandang dengan pandangan dingin Umemiya di seberang sana. "Heh, Umemiya ... Buat nangkap lima orang aja lo perlu bantuan dari kawanan lain? Ternyata Furin emang pengecut semua kayak lo."

  Tikus 3, tikus 4 dan tikus 5 melotot ke arahnya, menggeleng panik karena mulut tidak berguna dari teman mereka ini. "B-brengsek, tutup mulut lo!"

  Tikus 1 juga malah tertawa, tidak peduli dengan rasa ngilu dari tulang lengannya yang patah semakin terasa sakit. "Hahah! Umemiya...."

   Umemiya yang berdiri dengan pandangan tajam mendengarkan ketika alpha itu masih saja tertawa meremehkan. Lalu dia berkata lagi, "Ngeliat kalian begini gue yakin *omega* itu belum mati, kan? Kita terlalu baik dan gak bunuh dia di tempat, paling sekarang dia cacat doang."